Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi Akidah Akhlak Tentang Asmaul Husna Pembelajaran Kelas 12

Situs Bidan Nida adalah situs yang berisikan Tips Kesehatan Ala Bidan Nida tak luput juga ringkasan atau risume materi pembelajaran baik untuk sekolah ataupun kuliah. untuk uploadan pertama dibahas risume materi pembelajaran kelas 12 tentang Asmaul Husna pada pembelajaran Akidah Akhlak yang mana post pertama ini bertepatan di malam 15 Dzulqa'idah 1444 Hijriah atau pada malam ahad 03 juni 2023.

Mengapa post pertama saya ambil tentang Asmaul Husna? mungkin banyak yang belum tahu akan keistimewaan Asmaul Husna ini, dengan post pertama di blog Bidan Nida ini disertai dengan menyebut nama Allah yang paling agung dari semua nama-nama Nya insya allah saya yakin blog ini makin banyak dikunjungi oleh pembaca baik dari orang-orang yang kenal dengan saya, baru tahu dengan saya, baik di Indonesia sampai keluar Negeri juga, atas izin Allah tidak ada yang mustahilkan. Tapi pasti juga diiringi dengan usaha, do'a serta promosi yang sebaik-baiknya serta yang paling penting tulisan yang bermanfaat untuk dibaca oleh banyak orang.

Materi Akidah Akhlak Tentang Asmaul Husna Pembelajaran Kelas 12

"Bismillahi bada'na-Wal khamdu lirabbina, wash sholatu wassalaam-linnabii khabiibina, Ya Allah yaa Robbanaa-Anta Mawshuudunna, Ridhoka math luubunaa-Du yaana wa uhraanaa." Artinya: "Dengan nama Allah, kami memulai (membaca). Segala puji bagi Tuhan kami.

Kata Asmaul Husna berasal dari bahasa Arab yaitu Al Asma'u yang artinya nama dan Al Husna yang artinya pesta yang indah dan menyenangkan. Dalam kaitannya dengan Asmaul, Husna berarti nama Tuhan yang indah

Asmaulhusna adalah nama-nama Allah yang indah. Jumlahnya yang disebutkan di dalam hadis hanya 99 nama, tetapi di dalam Al-Qur'an terdapat nama-nama Allah selain ke-99 nama tersebut. Asma berarti nama dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asmaulhusna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah

A. Al-'Afuww

Kata Al-Afuww berasal dari kata 'afa - yafu - afwan yang berarti memaafkan. Al-'Afuww artinya Allah Maha Pemaaf. Kata 'afwu ditemukan sebanyak 35 dalam Al-Qur'an. bahwa Allah Swt. memaafkan dan menghapus segala dosa kesalahan hamba-Nya. Al-'Afuww adalah lawan kata dari Al-Muntaqim yang artinya penuntut balas. Makna Al-'Afuww dekat dengan makna kata Al-Gaffar yang memiliki arti, yaitu Yang Maha Pengampun dengan menutupi dosa dan aib hamba-Nya. Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, Allah Swt. membuka pintu maaf yang seluas-luasnya bagi mereka yang mau bertaubat dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya kembali.

Bukti kebenaran Allah Swt dengan sifat Al-'Afuww adalah Q.S. At-Tagabun ayat 14 dan Al-Hajj ayat 60. Meneladani sifat Allah Swt Al-'Afuww dalam kehidupan sehari-hari adalah senantiasa memohon ampunan kepada Allah Swt, berusaha membersihkan hati dari segala dosa dan menjaganya agar setiap langkah mengarah kepada pengabdian Allah Swt, senantiasa memaafkan kesalahan orang lain sebelum mereka meminta maaf dan menutupi aib saudara atau teman, tidak mudah tersinggung dengan ucapan atau perbuatan orang lain, dan berusaha membalas kejahatan dengan kebaikan dan membalas kebaikan dengan sesuatu yang lebih baik.

B. Ar-Razzaq

Allah Swt. berasma ar-Razzaq yang bararti Maha Pemberi Rezeki. Ar-Razzaq berasal dari kata razaqa atau rizq yang artinya rezeki. Allah Swt. memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya untuk kelangsungan hidup mereka.

Bukti kebenaran Allah SWT bersifat Ar-Razzaq yaitu pada Q.S. Az-Zariyat ayat 58.

 Bukti Allah SWT memberi rezeki kepada kita ada dua macam. Pertama, rezeki lahir berupa makanan untuk tubuh. Kedua, rezeki batin berupa ilmu pengetahuan dan mukasyafah (penyingkapan) untuk kalbu yang menyebabkan tentramnya hati.

Meneladani Allah SWT dengan sifat Ar-Razzaq yaitu selalu bersyukur atas semua rezeki yang diberikan oleh Allah SWT terutama iman, amal, dan kebutuhan sehari-hari. Bisa juga diteladani dengan senantiasa berbagi kepada sesama atas rezeki yang kita terima, serta bersikap tunduk dan patuh kepada Allah SWT dengan bertaqwa dan meminta hanya kepada-Nya. 

Bentuk rezeki yang diberikan Allah Swt tidak hanya berupa harta benda atau kekayaan, tetapi juga dalam bentuk kenyamanan, kelapangan, dan ketenangan hati. Allah Swt memerintahkan untuk tetap berusaha mencari rezeki dengan cara yang baik dan halal. Manfaat dari sifat Ar-Razzaq diantaranya adalah terhindari dari sifat kikir, optimis dan menjalani hidup dengan berpikir positif, hati dan pikiran menjadi tenang, memiliki keyakinan yang kuat bahwa rezeki berasal dari Allah Swt, dan termotivasi untuk hidup lebih baik.

C. Al-Malik

Al-Malik berarti Allah Maha Menguasai. Al-Malik juga berarti Mahamerajai, Yang Maha Berkuasa. Kata jamak dari Al-Malik adalah mulakun wa amlakun, artinya raja, pemilik. Allah Swt. merupakan penguasa seluruh alam. Allah Swt menciptakan alam semesta dan berkuasa untuk melakukan apa saja sesuai kehendak-Nya. Kata al-Malik disebutkan sebanyak lima kali dalam Al-Qur'an. 

Imam Ghazali menjelaskan makna asma al-Malik, yaitu Allah Swt. tidak memerlukan segala sesuatu, melainkan segala sesuatu yang memerlukan Allah Swt. Allah Swt. menguasai seluruh alam semesta secara mutlak. Hanya Allah Swt. yang menguasai pengetahuan dan segala urusan tentang hari pembalasan, yang menguasai waktu yang telah lalu dan yang akan datang.

Bukti kebenaran Allah Swt dengan sifat Al-Malik diantaranya yaitu Q.S. Taha ayat 114 dan Q.S. Al-Mu'minun ayat 116.

Asmaul Husna Al-Malik dapat diteladani dengan meyakini bahwa hanya Allah Swt yang memiliki kekuasaan atas seluruh alam semesta, menggantungkan segala urusan kepada Allah Swt, senantiasa mengaharap pertolongan Allah Swt, menjadi Khalifah di bumi, mengendalikan hawa nafsu, dan tidak terbuai dengan dunia.

D. Al-Hasib

Al-Hasib berasal dari kata hasiba yang berarti menghitung, mencukupkan. Adapun Asmaul Husna al-Hasib berarti Allah Maha Memberi Kecukupan. Adapun dalam Al-Qur'an, kata al-Hasib dimaknai dengan Allah Maha Pemberi Perhitungan. Asma ini hanya dimiliki oleh Allah Swt. karena Dia yang mampu memberi kecukupan kepada seluruh makhluk Nya. 

Imam Ghazali mengartikan asma al-Ḥasib adalah Allah Swt. mencukupi siapa saja berharap kepada-Nya. Semua amal manusia yang baik atau buruk akan diperhitungkan kelak pada hari kiamat dengan seteliti-telitinya dan seadil-adilnya. 

Bukti kebenaran Allah Swt bersifat Al-Hasib adalah Q.S. An-Nisa ayat 86, Q.S. Al-Qamar ayat 49-50, dan Q.S. Yunus ayat 5.

Bukti kebenaran Allah Swt. dengan sifat Al-Hasib, yaitu dapat kita lihat dalam penciptaan alam semesta dengan segala isinya, Allah Swt. memperhitungkannya dengan cermat. Tidak ada satu pun ciptaan Allah Swt. yang sia-sia dan tidak berguna. Sifat Al-Hasib dapat diteladani dengan mengentropeksi diri dan memperbaiki kesalahan yang ada pada diri.

E. Al-Hadi

Kata Al-Hadi berasal dari kata hada, hudan, wahadyan, wahidyatan, wahidayatan, yang artinya memberi petunjuk atau menunjukkan. Al-Hadi mempunyai arti Yang Maha Pemberi Petunjuk. Al-Qur'an adalah salah satu bukti petunjuk yang diturunkan oleh Allah Swt. agar umat manusia dapat menemukan jalan lurus yang diridai-Nya Allah Swt. memberikan petunjuk dalam berbagai bentuk, di antaranya akal, naluri, pancaindra dan agama Islam.

Berkaitan dengan Asmaul Husna Al-Hadi, Allah Swt berfirman pada Q.S. Al-Hajj ayat 54.

Cara mengimplementasikan sifat Al-Hadi yaitu senantiasa berpegang teguh pada sumber ajaran agama Islam (Al-Qur'an dan Hadist), tekun dalam menuntut ilmu, ikhlas melakukan sesuatu, mengharapkan ampunan dan keridhaan Allah SWT, dan berusaha agar terhindar dari hasutan dan bujuk rayu setan.

F. Al-Khaliq

Kata al-Khaliq berasal dari kata khalq atau khalaqa yang artinya mengukur, menghapus. Al-Khaliq artinya Yang Maha Menciptakan. Segala sesuatu yang ada di dunia ini sebelumnya tidak ada, tetapi Allah Swt. menciptakannya dengan kehendaknya. Manusia bagaimana pun juga pintarnya, tidak sanggup untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Allah Swt menciptakan malaikat, jin, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, matahari, bukan, bintang, dan segala yang ada di alam diciptakan secara sempurna dan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Allah Swt juga menciptakan oksigen, air, dan udara.

Salah satu bukti kebenaran Allah Swt dengan sifat Al-Khaliq yaitu terdapat pada Q.S. Ar-Rum ayat 20-25.

Cara meneladani sifat Al-Khaliq yaitu dengan melahirkan kreasi atau hak bar yang bermanfaat untuk kemaslahatan, dan meyakini bahwa Allah SWT adalah pencipta yang hakiki dari segala sesuatu di alam semesta.

G. Al-Hakim

Al-Hakim artinya Yang Mahabijaksana, yang memiliki hikmah, sifat, perbuatan da pengetahuan. Dengan hikmah-Nya, Allah Swt. menebarkan kemaslahatan, kemanfaatan dan kemudahan yang lebih besar atau lebih baik. Allah Swt. menampakkan hikmah-Nya di balik segala sesuatu yang tampa atau tidak tampak. Sifat Al-Hakim menunjukkan adanya keteraturan, keseimbangan, dan keberlangsungan makhluk dan alam semesta secara keseluruhan hingga saat Kiamat tiba.

Kata al-Hakim disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 97 kali. Imam Ghazali mengartikan asma al-Hakim adalah hikmah, martinya pengetahuan terhadap sesuatu yang paling utama. Hikmah juga berarti mengetahui hal yang paling asasi, baik dari sisi pengetahuan maupun perbuatan.

Bukti kebenaran Allah Swt bersifat Al-Hakim ada di Q.S. Al-Baqarah ayat 269.

Cara meneladani sifat Al-Hakim yaitu dengan memperdalam ilmu pengetahuan, selalu berpikir positif dan menghadapi masalah, bersikap bijaksana dan bertindak dengan profesional.

Semoga dengan post Materi Akidah Akhlak Tentang Asmaul Husna Pembelajaran Kelas 12 dapat mempermudah dalam melaksanakan pembelajaran dan dapat dipahami serta diingat lebih cepat daripada harus membaca satu persatu isi bukunya. Terima kasih sudah membaca, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

1 komentar untuk "Materi Akidah Akhlak Tentang Asmaul Husna Pembelajaran Kelas 12"